ICMC 2026: Tidak ada Negara yang Dapat Membangun Masa Depan Sendirian

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Dunia sedang memasuki era baru. Mineral kritis bukan lagi sekadar komoditas. Nikel, kobalt, batu bara, timah, aluminium, tembaga, dan mineral lainnya telah menjadi fondasi kendaraan listrik, baterai, energi terbarukan, teknologi digital, dan industri masa depan. Namun, masa depan jelas membutuhkan data, transparansi, inovasi, dan kolaborasi.

Karena itu, Shanghai Metals Market (SMM) bersama mitra strategisnya, yakni Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), kembali menggelar Indonesia Critical Mineral Conference & Expo (ICMC) 2026 yang berkomitmen mendukung rantai pasok global yang lebih transparan dan terkoneksi.

Demikian diungkapkan Presiden Direktur SMM, Adam Fan, yang didampingi Ketua Umum APNI, Komjen Pol (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, memberikan sambutan pembukaan pada ICMC 2026, di Pullman Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (3/6/2026). Ia menambahkan, tahun ini menandai tonggak sejarah yang sangat penting. Ini adalah ICMC keempat yang diselenggarakan melalui kolaborasi erat antara SMM dan APNI.

“Sejak awal, misi kami sangat jelas, yakni membangun platform global yang menghubungkan Indonesia dengan dunia, sumber daya dengan teknologi, produsen dengan konsumen, serta industri dengan peluang. Tahun demi tahun, platform ini terus berkembang,” ujar Adam.

Ia menjelaskan, ICMCE 2026 telah mencapai partisipasi tertinggi dalam sejarahnya, mengumpulkan lebih banyak negara, perusahaan, pakar, dan pemegang saham negara daripada sebelumnya. Pertumbuhan ini menyampaikan pesan yang sangat penting: kepercayaan dan keyakinan dunia terhadap ekosistem mineral kritis Indonesia semakin kuat.

“Akan tetapi, tidak ada negara maupun perusahaan yang dapat membangun masa depan sendirian. Masa depan mineral kritis membutuhkan kemitraan global, tanggung jawab bersama, dan saling percaya. Bersama APNI, kami berharap forum ini tidak hanya menjadi konferensi, tetapi juga platform untuk menciptakan solusi dan masa depan yang lebih baik,” katanya penuh harap.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APNI, Nanan Soekarna, mengakatan, ICMC 2026 bukan sekadar acara biasa, ini adalah sebuah perjalanan. Ia merasa terhormat menyambut para peserta yang penyelenggaraan ICMCE keempat ini menjadi pergelaran yang terbanyak pesertanya. Lebih dari 3.500 delegasi pengunjung yang berasal lebih dari 50 negara, sharing wawasan dari 220 pembicara, dan dimeriahkan oleh 60 peserta pameran.

Namun, bagi APNI, pencapaian terpenting bukan hanya soal angka. Meningkatnya partisipasi ini mewakili sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu kepercayaan. Kepercayaan terhadap Indonesia, kepercayaan terhadap kolaborasi, dan kepercayaan terhadap komitmen kami untuk membangun masa depan mineral kritis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Pertanyaannya hari ini bukan lagi seberapa banyak mineral yang dapat kita produksi. Pertanyaan sesungguhnya adalah bagaimana kita dapat mengubah sumber daya alam kita menjadi nilai-nilai berkelanjutan bagi kemanusiaan,” ujar mantan Wakapolri itu memberi penekanan.

Mineral kritis, katanya menambahkan, harus menciptakan nilai bagi perekonomian, nilai bagi masyarakat, nilai bagi lingkungan, dan nilai bagi generasi mendatang. Bagi APNI, hilirisasi bukan hanya tentang meningkatkan nilai ekonomi. Hilirisasi harus menciptakan nilai nasional dan kepercayaan global.

“Pertambangan tidak hanya harus sah secara hukum, tetapi juga harus dianggap sah di mata masyarakat dan komunitas global. Pemenang di masa depan bukanlah sekadar negara dengan cadangan sumber daya terbesar. Pemenangnya adalah negara yang mengelola sumber daya dengan tata kelola yang baik, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan,” ujarnya dengan tegas.

Hal tersebut, sambungnya, sejalan dengan visi APNI. Sebuah negara yang kuat, masyarakat yang sejahtera, dan komunitas bisnis yang berkelanjutan. Indonesia dan dunia memiliki peluang besar untuk membentuk masa depan mineral kritis.

“Namun, masa depan tidak boleh hanya tentang sumber daya, bisnis, dan kepemilikan semata. Masa depan harus tentang nilai-nilai, kemitraan yang kuat, pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi masa depan yang lebih baik, bagi generasi mendatang, dan bagi kemanusiaan,” tutupnya. (Rusdi Dj.)

Sumber